Pekanbaru Berhasil Jaga Inflasi, Dibawah Riau dan Nasional

Pekanbaru Berhasil Jaga Inflasi, Dibawah Riau dan Nasional

PEKANBARU - Inflasi Kota Pekanbaru pada September 2026 masih dalam kondisi terkendali dengan angka tahunan atau year-on-year (yoy) sebesar 2,62 persen.

"Sementara inflasi bulanan (periode September 2026) 0,63 persen," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru Mahyuddin, usai mengikuti rilis inflasi secara daring bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (1/10/2026).

Disampaikannya, angka inflasi yoy maupun month-to-month (mtm) Kota Pekanbaru pada September 2026 tergolong baik karena konsisten berada di bawah rata-rata Provinsi Riau dan nasional.

"Untuk Provinsi Riau, inflasi tahunannya di angka 2,79 persen dan bulanannya 0,64 persen. Sedangkan nasional tahunannya 3,28 persen," terang Mahyuddin.

Berdasarkan data BPS, cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar di Kota Pekanbaru.

"Hari ini di pasaran, harga cabai merah sudah mencapai Rp86 ribu per kilogram untuk cabai merah Bukittinggi. Untuk cabai merah Medan sekitar Rp75 ribu per kilogram," ucap Mahyuddin.

Ia mengatakan bahwa kenaikan harga cabai di pasaran disebabkan berkurangnya hasil produksi di tingkat petani sehingga pasokan menjadi terbatas. Keterbatasan pasokan itu terkonfirmasi langsung saat melakukan peninjauan ke pusat produksi pangan di Sumatrra Utara.

"Kebetulan kita baru pulang dari Medan, langsung ke sentra produksinya, itu di petani saja sudah Rp50 ribu (per kg). Dari pengakuan petani, berkurangnya hasil produksi ada karena hama dan kekeringan," tutup Mahyuddin.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengintensifkan monitoring berkala serta menjajaki langkah taktis guna meredam gejolak harga cabai merah di pasaran. 

Berita Lainnya

Index