<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://riaukini.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://riaukini.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Lindungi Masyarakat dari Udara Tak Sehat, DLHK Pekanbaru Tutup Sementara RTH dan Taman Kota</title><link>https://riaukini.com/news/detail/6734/lindungi-masyarakat-dari-udara-tak-sehat-dlhk-pekanbaru-tutup-sementara-rth-dan-taman-kota</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Kabut asap cukup pekat kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat di ruang terbuka perlu mendapat perhatian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru pun mengambil langkah pencegahan dengan menutup sementara dua fasilitas Ruang Terbuka Hijau (RTH), yakni RTH Putri Kacamayang dan RTH Tunjuk Ajar Integritas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari paparan udara yang kurang sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Terutama, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi anak&#45;anak dan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan,&quot; kat Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, Rabu (16/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penutupan dua RTH tersebut bersifat sementara. Kemudian penutupan sementara juga dilakukan terhadap taman kota. DLHK akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pembukaan kembali RTH akan dilakukan setelah kondisi udara dinilai lebih aman bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebijakan ini diambil setelah memperhatikan Surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, nomor 17 Tahun 2026 tentang Upaya Strategis Perlindungan Masyarakat Terdampak Asap Kebakaran Lahan Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kualitas udara memburuk. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DLHK juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Sebab, aktivitas pembakaran dapat berpotensi memicu dan memperluas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, langkah penutupan sementara RTH ini menjadi bagian dari upaya Pemko Pekanbaru mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Pemantauan kondisi udara akan terus dilakukan hingga situasi dinilai kembali aman untuk aktivitas di ruang terbuka.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaukini.com/assets/berita/original/68091920296-img20260917151503.jpeg"/><pubDate>Wed, 16 Sep 2026 21:27:08 +0700</pubDate><guid>https://riaukini.com/news/detail/6734/lindungi-masyarakat-dari-udara-tak-sehat-dlhk-pekanbaru-tutup-sementara-rth-dan-taman-kota</guid></item><item><title>Kepergok Petugas, 2 Pria Maling Panel PJU di Pekanbaru Dipolisikan</title><link>https://riaukini.com/news/detail/6733/kepergok-petugas-2-pria-maling-panel-pju-di-pekanbaru-dipolisikan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Dua orang yang diduga mencuri satu set panel Penerangan Jalan Umum (PJU) ditangkap petugas patroli Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua orang tersebut tertangkap tangan, dan diamankan petugas sekitar pukul 04.30 WIB, Kamis (17/9/2026), di Jalan Bambu Kuning, Tenayan Raya, Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dishub Pekanbaru Masykur Tarmizi mengatakan, penangkapan dilakukan saat petugas tengah menjalankan patroli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Petugas patroli Dishub Pekanbaru menangkap dua orang maling. Kita tangkap sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Bambu Kuning,&quot; kata Masykur Tarmizi, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menuturkan, dari penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan satu set panel PJU yang diduga menjadi sasaran pencurian. Panel tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penangkapan ini menjadi bagian dari pengawasan terhadap fasilitas PJU di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Sebelumnya, sejumlah komponen PJU di beberapa lokasi juga dilaporkan hilang akibat aksi pencurian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah diamankan, kedua orang tersebut langsung diserahkan kepada pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sudah kita serahkan ke Polres pagi ini,&quot; terang Masykur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masykur mengimbau masyarakat ikut membantu mengawasi fasilitas umum, khususnya PJU yang berada di lingkungan tempat tinggal maupun di sepanjang ruas jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia meminta warga segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar panel atau fasilitas PJU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita minta masyarakat juga ikut mengawasi. Kalau melihat hal&#45;hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas,&quot; paparnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masykur menambahkan, setidaknya ada sekitar 70 panel PJU yang raib dicuri OTK sejak awal tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami sudah membuat laporan kepolisian terhadap panel atau komponen&#45;komponen yang hilang dicuri,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaukini.com/assets/berita/original/96400236398-img_20260917_103000.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 10:00:00 +0700</pubDate><guid>https://riaukini.com/news/detail/6733/kepergok-petugas-2-pria-maling-panel-pju-di-pekanbaru-dipolisikan</guid></item><item><title>Kabut Asap Kiriman Masih Selimuti Pekanbaru, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan</title><link>https://riaukini.com/news/detail/6732/kabut-asap-kiriman-masih-selimuti-pekanbaru-warga-diimbau-kurangi-aktivitas-di-luar-ruangan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga, Kamis (17/9/2026). Kondisi ini juga membuat kualitas udara di Pekanbaru pada kategori sangat tidak sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar menyebut asap yang muncul saat ini merupakan kiriman dari wilayah selatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut membuat kualitas udara di Pekanbaru fluktuatif. Setelah sempat berada dalam kategori sehat pada akhir pekan lalu, kualitas udara kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jadi asap ini asap kiriman dari arah selatan, asap kadang ada, kadang tidak ada. Kalau hujan udara bersih, seperti akhir pekan kemarin,&quot; kata Markarius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat kondisi tersebut, Markarius mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar diminta menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan kabut asap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bagi yang tetap beraktivitas di luar ruangan bisa mengenakan masker, untuk menjaga diri agar tidak terpapar kabut asap,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Markarius memastikan saat ini tidak ada lagi hotspot atau titik panas di wilayah Kota Pekanbaru. Aktivitas kebakaran lahan juga disebut masih dalam kondisi terkendali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Pemko Pekanbaru tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama terhadap kesehatan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Markarius telah meminta Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Puskesmas dan rumah sakit diminta tetap siaga dalam menangani pasien, khususnya penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kabut asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, maka penanganan pasien yang terpapar kabut asap harus dioptimalkan,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain penanganan kesehatan, Markarius juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan kebakaran lahan agar dapat ditangani dan tidak meluas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemko Pekanbaru mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan meski titik panas di dalam kota saat ini tidak terdeteksi. Kondisi udara yang fluktuatif membuat masyarakat tetap diminta memperhatikan kualitas udara dan menjaga kesehatan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaukini.com/assets/berita/original/18238072422-fb_img_1788507842194.jpg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:00:00 +0700</pubDate><guid>https://riaukini.com/news/detail/6732/kabut-asap-kiriman-masih-selimuti-pekanbaru-warga-diimbau-kurangi-aktivitas-di-luar-ruangan</guid></item><item><title>Dinsos Pekanbaru Ungkap Faktor yang Bikin Desil Warga Naik, Ada Pinjol Hingga Rekening Ganda</title><link>https://riaukini.com/news/detail/6731/dinsos-pekanbaru-ungkap-faktor-yang-bikin-desil-warga-naik-ada-pinjol-hingga-rekening-ganda</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan bagi sejumlah warga di Kota Pekanbaru. Perubahan tersebut berdampak pada peluang warga menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru Junaedy mengatakan perubahan desil terjadi berdasarkan hasil pemutakhiran data dan penilaian terhadap sejumlah variabel yang telah ditetapkan pemerintah pusat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, warga yang sebelumnya berada pada desil 1 hingga 4 dan kemudian naik ke desil 5 atau lebih dinilai tidak lagi memenuhi sejumlah kriteria penerima bansos berdasarkan variabel tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mungkin yang biasanya dapat bantuan dari desil 1&#45;4, langsung naik ke desil 5 ke atas dia. Itu yang tidak memenuhi variabel, seperti ada yang ikut pinjaman online, judi online. Ada masalah kepemilikan asetnya, ada ID pelanggan rekeningnya lebih dari dua,&quot; kata Junaedy, Kamis (17/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Junaedy menyebut kondisi di lapangan menunjukkan terdapat sejumlah faktor yang membuat desil ekonomi warga berubah. Salah satunya berkaitan dengan kepemilikan atau kredit sepeda motor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan tersebut menjadi bagian dari variabel yang diperhitungkan dalam proses pemutakhiran data. Akibatnya, warga yang sebelumnya masuk dalam kelompok penerima bansos dapat mengalami perubahan desil dan tidak lagi masuk dalam kriteria penerima bantuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Junaedy menegaskan warga yang merasa masih berada dalam kondisi tidak mampu dapat mengajukan sanggahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga dapat menyampaikan sanggahan melalui pihak kelurahan. Selanjutnya, data tersebut akan diteruskan kepada Dinsos untuk dilakukan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kalau memang dia kategori tidak mampu, bisa melakukan sanggahan melalui kelurahan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Junaedy menjelaskan data desil yang menjadi dasar penentuan tersebut bersumber dari pengolahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Data DTSEN dikelola melalui kerja sama Badan Pusat Statistik (BPS) bersama kementerian atau lembaga terkait, termasuk Kementerian Sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya mekanisme sanggahan tersebut, warga yang merasa perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi ekonominya dapat menyampaikan keberatan melalui jalur yang telah disediakan pemerintah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaukini.com/assets/berita/original/59890098205-img20260917114424.jpeg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 13:30:00 +0700</pubDate><guid>https://riaukini.com/news/detail/6731/dinsos-pekanbaru-ungkap-faktor-yang-bikin-desil-warga-naik-ada-pinjol-hingga-rekening-ganda</guid></item><item><title>Pemko Pekanbaru Dorong Warga Pahami Perda, Sosialisasi Digelar ke 15 Kecamatan</title><link>https://riaukini.com/news/detail/6730/pemko-pekanbaru-dorong-warga-pahami-perda-sosialisasi-digelar-ke-15-kecamatan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt; &#45; Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, mendorong masyarakat memahami berbagai peraturan daerah (Perda) yang telah disahkan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho menyebut ketidaktahuan terhadap aturan bisa membuat warga lalai hingga berujung persoalan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wako Agung saat membuka Sosialisasi Produk Hukum yang diikuti masyarakat dari Kecamatan Sukajadi, Kulim, dan Sail di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut sudah banyak Perda yang dibuat dan disahkan, baik oleh pemko maupun bersama&#45;sama dengan DPRD. Namun, sejatinya banyak masyarakat yang masih belum mengetahui peraturan daerah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Sosialisasi produk hukum penting dilakukan agar masyarakat tidak sekadar mengetahui adanya aturan. Warga juga perlu memahami hak dan kewajiban yang diatur, termasuk konsekuensi apabila aturan tersebut dilanggar,&quot; ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kondisi itu berpotensi membuat warga lalai hingga akhirnya berurusan dengan persoalan hukum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung berharap perwakilan dari kecamatan yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Sosialisasi ini digelar secara bertahap hingga ke&#45;15 kecamatan yang ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi dan materi yang diperoleh selama sosialisasi diharapkan diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing&#45;masing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bagaimana pesan yang disampaikan hari ini bisa diteruskan kepada seluruh masyarakat Kota Pekanbaru,&quot; ujar Agung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sosialisasi produk hukum tersebut tidak hanya membahas aturan mengenai perlindungan perempuan dan anak serta pengelolaan sampah. Peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembahasan lingkungan menjadi relevan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi perhatian di Pekanbaru dan Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung mengatakan persoalan asap dan kebakaran lahan tidak terjadi begitu saja. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran dinilai menjadi salah satu hal yang perlu terus diperkuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen terhadap lingkungan, Pemko Pekanbaru bersama DPRD Pekanbaru saat ini tengah menggodok rencana regulasi mengenai kewajiban menanam pohon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agung berharap sosialisasi produk hukum dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menaati berbagai aturan yang berlaku. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif menjaga lingkungan dan menciptakan Kota Pekanbaru yang tertib.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://riaukini.com/assets/berita/original/11015972148-1000789404.jpeg"/><pubDate>Thu, 17 Sep 2026 12:00:00 +0700</pubDate><guid>https://riaukini.com/news/detail/6730/pemko-pekanbaru-dorong-warga-pahami-perda-sosialisasi-digelar-ke-15-kecamatan</guid></item></channel></rss>