Hadapi Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Benahi Strategi Antisipasi Banjir

Hadapi Musim Hujan, Pemko Pekanbaru Benahi Strategi Antisipasi Banjir

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memperkuat langkah mitigasi banjir di tengah peralihan cuaca dari musim panas ke musim penghujan. Pembersihan parit dan saluran drainase kini difokuskan pada kawasan yang selama ini rawan mengalami genangan.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh camat dan lurah untuk mengaktifkan tim Lestari serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di wilayah masing-masing.

Instruksi tersebut telah disampaikan sekitar dua pekan lalu. Pada tahap awal, tim Lestari diarahkan melakukan pembersihan parit, termasuk mengatasi pendangkalan dan sumbatan yang berpotensi menghambat aliran air.

"Sekarang kita fokuskan ke daerah yang di setiap kelurahan itu memang selama ini berpotensi rawan genangan. Jadi, kita arahkan ke situ," kata Markarius.

Menurutnya, pola kerja tim Lestari kini diarahkan agar lebih tepat sasaran. Jika sebelumnya pembersihan dilakukan di sejumlah kawasan yang belum tentu rawan banjir, kini prioritas diberikan kepada titik-titik yang memiliki riwayat genangan saat hujan turun.

Selama dua pekan pelaksanaan, camat dan lurah diminta memetakan wilayah rawan banjir sekaligus mengidentifikasi solusi yang diperlukan. Pemetaan tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Markarius mengatakan, pihaknya berencana kembali memanggil camat dan lurah dalam pekan ini untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas tim Lestari di lapangan.

"Seluruh lurah saya minta memetakan daerah masing-masing, mana yang berpotensi rawan, apa solusinya. Saat hujan, dilihat dan dicek," jelasnya.

Hasil pemantauan saat hujan turun, termasuk munculnya genangan di sejumlah lokasi, akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi penanganan. Dengan demikian, pengerahan personel untuk gotong royong maupun penggunaan peralatan dari organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Selain mengandalkan tim Lestari dan gotong royong masyarakat, Pemko Pekanbaru juga memperkuat koordinasi lintas OPD untuk menangani persoalan drainase yang tidak bisa diselesaikan secara manual.

Markarius menyebutkan, tim Lestari memiliki keterbatasan personel dan peralatan. Karena itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan OPD teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

"Beberapa pekerjaan memang tidak bisa dibersihkan oleh tim Lestari karena membutuhkan alat. Itu kita hubungkan dengan PUPR agar mendapat dukungan. Kita sudah arahkan PUPR untuk memprioritaskan pekerjaan penanganan dan antisipasi genangan serta banjir," ungkapnya.

Berita Lainnya

Index