PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus menggesa pembangunan dan perbaikan drainase sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan banjir dan genangan air di sejumlah ruas jalan.
Hingga awal November 2026, progres pengerjaan drainase yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru telah mencapai 60 persen dari target tahun ini.
Pengerjaan tersebut tersebar di enam ruas jalan yang selama ini menjadi bagian dari penanganan sistem drainase perkotaan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas saluran air agar dapat menampung dan mengalirkan debit air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan, proses pengerjaan dan perbaikan drainase masih berlangsung. Tim di lapangan juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi saluran air di sejumlah titik, terutama di ruas jalan protokol.
"Tim di lapangan sudah turun ke lokasi, terutama di ruas jalan protokol," kata Edward, Minggu (1/11/2026).
Adapun enam ruas jalan yang menjadi lokasi pengerjaan drainase yakni Jalan Paus, Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, Jalan Cipta Karya, Jalan Arifin Achmad dan Jalan Srikandi.
Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan hingga pembangunan ulang saluran drainase. Salah satunya pembangunan drainase yang membentang dari simpang Jalan Arifin Achmad.
Ia menyebutkan, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi drainase di masing-masing lokasi. Termasuk penanganan saluran air di dekat Rumah Sakit Awal Bros, Jalan Jenderal Sudirman, yang menjadi salah satu titik perhatian dalam upaya mengatasi genangan.
"Kami memastikan penanganan drainase ini berlangsung secara bertahap. Kita selesaikan satu per satu, sekaligus upaya penanganan banjir di Pekanbaru," ucap pria yang akrab disapa Edu ini.
Ia mengakui, persoalan genangan air masih terjadi di sejumlah ruas jalan. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, terdapat saluran drainase yang meluap hingga menyebabkan badan jalan tergenang dan memicu kemacetan.
Karena itu, selain melanjutkan pembangunan fisik, tim PUPR juga turun melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi saluran air dan mengetahui titik-titik yang membutuhkan penanganan.
Edu menambahkan, seluruh pekerjaan drainase tersebut memiliki batas waktu kontrak hingga Desember 2026. Pihaknya pun mengingatkan agar pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan sesuai jadwal sehingga seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sebelum tutup tahun.
"Kita ingatkan sambil berjalan untuk drainase harus tuntas tepat waktu. Kita yakin pengerjaannya rampung akhir tahun nanti," pungkasnya.