Pegadaian Perkuat 20 Bank Sampah di Tiga Provinsi, Dorong Ekonomi Sirkular

Kamis, 05 November 2026 | 18:05:01 WIB

PEKANBARU - PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru terus memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui konsolidasi Bank Sampah binaan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) yang melibatkan 20 bank sampah dari tiga provinsi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 November 2026, di Cititel Hotel Pekanbaru ini diikuti bank sampah induk binaan Pegadaian dari Provinsi Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.

Konsolidasi tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antarpengelola bank sampah, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra offtaker.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil II Pekanbaru yang diwakili Deputi Bisnis, Satriya Bratawijaya, mengatakan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola secara optimal.

Menurutnya, bank sampah memiliki peran strategis dalam mengubah pola pikir masyarakat, dari kebiasaan membuang sampah menjadi memilah dan mengelolanya sebagai sumber pendapatan.

"Bank sampah bukan hanya tempat masyarakat mengumpulkan sampah, tetapi juga pusat edukasi lingkungan, penggerak ekonomi masyarakat, serta bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular," ujarnya.

Ia berharap penguatan kelembagaan dan kemitraan dapat membuat bank sampah semakin produktif sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sekretaris Jenderal FORSEPSI, Apriliawati, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan jaringan bank sampah melalui kolaborasi bersama Pegadaian.

Pada hari kedua, peserta mendapatkan pembekalan melalui diskusi bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru yang menghadirkan Pengendali Dampak Lingkungan, Rima Septisia.

Selain itu, hadir pula mitra offtaker dari PT Medan Bioenergi Nusantara, M. Rizky Ramadhan, yang memberikan pemahaman mengenai rantai pemanfaatan dan pemasaran hasil pengelolaan sampah.

Adapun 20 bank sampah yang mengikuti konsolidasi tersebut terdiri dari tiga bank sampah asal Riau, enam dari Sumatera Barat, dan 11 dari Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan ini, Pegadaian berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara bank sampah binaan, FORSEPSI, pemerintah daerah, dan mitra offtaker. Dengan demikian, hasil pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pegadaian berkomitmen terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang produktif, sekaligus memperkuat ekonomi sirkular demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Terkini