PEKANBARU - Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan bagi sejumlah warga di Kota Pekanbaru. Perubahan tersebut berdampak pada peluang warga menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru Junaedy mengatakan perubahan desil terjadi berdasarkan hasil pemutakhiran data dan penilaian terhadap sejumlah variabel yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Menurutnya, warga yang sebelumnya berada pada desil 1 hingga 4 dan kemudian naik ke desil 5 atau lebih dinilai tidak lagi memenuhi sejumlah kriteria penerima bansos berdasarkan variabel tersebut.
"Mungkin yang biasanya dapat bantuan dari desil 1-4, langsung naik ke desil 5 ke atas dia. Itu yang tidak memenuhi variabel, seperti ada yang ikut pinjaman online, judi online. Ada masalah kepemilikan asetnya, ada ID pelanggan rekeningnya lebih dari dua," kata Junaedy, Kamis (17/9/2026).
Junaedy menyebut kondisi di lapangan menunjukkan terdapat sejumlah faktor yang membuat desil ekonomi warga berubah. Salah satunya berkaitan dengan kepemilikan atau kredit sepeda motor.
Persoalan tersebut menjadi bagian dari variabel yang diperhitungkan dalam proses pemutakhiran data. Akibatnya, warga yang sebelumnya masuk dalam kelompok penerima bansos dapat mengalami perubahan desil dan tidak lagi masuk dalam kriteria penerima bantuan.
Meski demikian, Junaedy menegaskan warga yang merasa masih berada dalam kondisi tidak mampu dapat mengajukan sanggahan.
Warga dapat menyampaikan sanggahan melalui pihak kelurahan. Selanjutnya, data tersebut akan diteruskan kepada Dinsos untuk dilakukan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kalau memang dia kategori tidak mampu, bisa melakukan sanggahan melalui kelurahan," ujarnya.
Junaedy menjelaskan data desil yang menjadi dasar penentuan tersebut bersumber dari pengolahan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data DTSEN dikelola melalui kerja sama Badan Pusat Statistik (BPS) bersama kementerian atau lembaga terkait, termasuk Kementerian Sosial.
Dengan adanya mekanisme sanggahan tersebut, warga yang merasa perubahan desil tidak sesuai dengan kondisi ekonominya dapat menyampaikan keberatan melalui jalur yang telah disediakan pemerintah.