PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat masih ada 3.425 anak usia 0-2 tahun yang belum mendapatkan imunisasi sama sekali atau zero dose.
Kondisi ini menjadi perhatian Pemko Pekanbaru, karena anak yang belum mendapat imunisasi berisiko terserang sejumlah penyakit.
Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, anak-anak tersebut belum mendapatkan imunisasi dasar untuk mencegah penyakit seperti difteri, pertusis hingga tetanus.
"Kalau ini dibiarkan mereka berisiko terjangkit penyakit seperti difteri, tetanus, campak dan rubella," kata Dedy, Rabu (16/9/2026).
Dedy mengakui capaian imunisasi anak di Pekanbaru masih rendah. Bahkan, cakupan imunisasi Pekanbaru berada di posisi 11 dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan percepatan agar jumlah anak yang masuk kategori zero dose dapat ditekan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga telah menginstruksikan Diskes untuk mengambil langkah cepat meningkatkan capaian imunisasi.
"Sesuai arahan Pak Wali Kota, kami mendapat instruksi untuk melakukan langkah percepatan," terangnya.
Percepatan imunisasi ini juga sejalan dengan dorongan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk menggelar Bulan Imunisasi Kejar Nasional selama satu bulan. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 1-31 Oktober 2026.
Diskes Pekanbaru nantinya menggandeng sejumlah pihak untuk mengejar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Kolaborasi dilakukan bersama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial hingga TP PKK.
Tak hanya mengajak orang tua membawa anak untuk imunisasi, kolaborasi tersebut juga akan diisi dengan edukasi. Orang tua akan didorong memahami pentingnya imunisasi sekaligus membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Agar nantinya orang tua bisa membawa anak-anaknya ke posyandu atau puskesmas untuk melakukan imunisasi," pungkasnya.