Pemko Pekanbaru Masifkan Sosialisasi Bahaya LGBT dan HIV AIDS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:24:09 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus memasifkan sosialisasi bahaya LGBT dan penularan HIV/AIDS. Para generasi muda diminta mewaspadai penularan penyakit mematikan ini.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar saat memimpin sosialisasi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).

Wawako mengajak ratusan siswa dan siswi di sana mewaspadai penularan HIV/AIDS. Para generasi muda diimbau agar tidak terjerumus dalam aktivitas menyimpang penularan HIV/AIDS.

"Kepada generasi muda Kota Pekanbaru, Riau, kita harus waspada dengan penularan HIV/AIDS. Karena penyakit ini merusak masa depan, menjadi penghalang cita-cita, dan menghancurkan hati orang tua," ujarnya. 

Ia menjelaskan, berdasarkan data terbaru, kasus HIV/AIDS kini banyak menular diantara mahasiswa. Penularan kasus ini juga banyak terjadi karena hubungan bebas sesama jenis, yakni Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender atau LGBT.

Oleh karenanya, ia meminta agar para siswa sudah waspada perilaku menyimpang sejak dini. 

"HIV/AIDS sekarang sudah ada di kampus-kampus, sebagian besar penularan ini juga terjadi karena perilaku LGBT. Maka anak-anak kita minta waspada perilaku menyimpang sejak dini. Kalau ada teman yang suka memegang atau meraba bagian sensitif kita, harus segera ditegur atau dilaporkan kepada guru," jelasnya. 

Menurutnya, LGBT adalah bentuk penyakit kejiwaan yang gejalanya bisa dimulai dari suka memegang bagian privasi teman sejenis. Sehingga hal ini harus dihentikan dan tidak bisa dianggap hal yang biasa atau menjadi candaan. 

"Guru dan kepala sekolah juga, kalau ada hal seperti ini jangan ditutup-tutupi, harus segera ditangani agar tidak semakin berkembang. Perilaku menyimpang ini bisa berkembang karena ditutupi atau bercanda memegang bagian tubuh yang privasi dianggap biasa," jelasnya. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru akan terus berkoordinasi, baik dengan Pemprov Riau, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), kepala sekolah, lembaga-lembaga keagamaan dan sebagainya untuk terus menggencarkan sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.

Terkini